Strategi dalam Memulai Bisnis Mandiri
Lapangan
pekerjaan yang semakin hari semakin sulit didapatkan, penghasilan yang mungkin
dirasa masih belum mencukupi, kurangnya waktu untuk keluarga, bosan menjadi
pegawai/bawahan, serta ingin memiliki investasi untuk masa depan merupakan
beberapa alasan yang membuat banyak orang mulai terpikir untuk memulai usahanya
sendiri. Akan tetapi banyak orang masih ragu-ragu dalam memulai usaha sendiri.
Banyak orang hanya sekedar mendamba-dambakan memiliki usaha yang sukses dan
berkembang tanpa mau berusaha dan mencoba untuk memulainya. Mereka merasa cemas
dan takut mengalami kegagalan ketika membangun sebuah bisnis. secara umum, orang yang tak kunjung
mencoba wirausaha, biasanya alasannya karena di bawah ini :
·
Modal
Banyak
orang berniat memulai usaha, tetapi merasa tak memiliki modal cukup untuk
memulainya. Modal di sini diidentikkan dengan uang. Modal uang memang penting
untuk membangun sebuah usaha. Tetapi ada banyak modal lain yang juga tak kalah penting untuk membangun sebuah
usaha, seperti jaringan/relasi dengan orang lain atau bahkan diri anda sendiri.
Kejujuran, ketekunan dan sikap pantang menyerah yang anda miliki adalah modal besar
untuk sukses berwirausaha. Ada banyak cerita dan kesaksian dari
pengusaha-pengusaha sukses bagaimana usaha mereka lahir bukan karena
berlimpah-ruahnya modal uang, tapi modal sosial atau modal yang ada dalam diri
sendiri. Jika anda ingin memulai usaha online, anda bisa mencoba bisnis
afiliasi, seperti afiliasi Mr Action Club dan Aset Virtual contohnya. Ini usaha yang tanpa modal uang. Tinggal promosi
dan hasilkan komisi.
·
Tak
tahu bagaimana cara memulai usaha
Anda
tak tahu bagaimana cara memulainya, sehingga tak kunjung mulai usaha. Kalau
yang ini, mau tak mau anda harus belajar. Belajar tak harus seperti orang yang
sekolah datang ke ruang kelas, tapi anda bisa diskusi atau ngobrol dengan orang
yang telah mulai usaha. Anda serap ilmunya dan tinggal praktekkan. Anda juga
bisa mencari refrensi usaha dari buku-buku, jejaring sosial dan internet.
Tetapi akar masalah dari semua itu, terletak pada mindset. Bagi yang belum terbentuk mindset bisnisnya, akan terasa sulit
untuk memulainya.
Jika
sebelumnya sudah punya penghasilan tetap, tiba-tiba terbayang harus beralih ke
kondisi yang tak pasti, tak jelas berapa penghasilan yang diperoleh bulan
depan, belum jelas bagaimana usaha yang akan dicobanya nanti, dst. Ketakutan
dan kekhawatiran semacam itu akan menahan anda untuk memulai berwirausaha.
Jika
anda ingin memulai membangun usaha, Anda harus mengasah mindset bisnis anda. Bergaul dengan orang-orang yang berwirausaha
bisa membantu mengasah mindset bisnis anda. Bukan saja anda belajar cara
teknisnya, tapi juga belajar dari suka-duka yang mereka lalui sebagai
wirausahawan.
Langkah
lain yang “relatif aman” adalah dengan memulainya sebagai bisnis
sampingan. Tanpa melepaskan pekerjaan saat ini, sambil mulai mencoba buka
usaha sendiri. Dengan demikian, diharapkan mindset bisnis perlahan semakin
teruji.
Sebelum berwirausaha, ada 10 strategi / langkah-langkah
yang bisa diterapkan dalam memulai usaha :
1.
Minat
Pikirkan apa yang
benar-benar ingin anda lakukan. Mungkin sesuatu yang biasa anda kerjakan.
meskipun Anda tak menyukainya, atau justru sangat Anda sukai. Apapun bentuknya,
hal tersebut bisa mengajarkan baik-buruk yang mungkin akan muncul saat memulai
bisnis. Anda juga harus mendengarkan saran dari orang-orang terdekat, dan
berkonsultasi dengan konsultan bisnis. Kemudian mulailah untuk membuat
skema/rancangan tentang bisnis Anda, memikirkan konsekuensi, serta membuka
rekening khusus untuk bisnis, lalu mulai berbisnis.
2.
Motivasi
Selain uang untuk
menambah penghasilan, sebaiknya cari motivasi lain Anda untuk mulai berbisnis.
Motivasi selain tambahan penghasilan akan membantu Anda agar tak hanya
berorientasi pada uang semata. Motivasi adalah suatu bentuk perlindungan dan
upaya untuk menghindarkan keluarga anda dari pengalaman buruk tentang banyaknya
slip tagihan yang datang. Motivasi lain yang bisa menjadi alasan untuk
berwirausaha adalah mungkin untuk membantu biaya pengobatan salah satu anggota
keluarga. Mengetahui motivasi lain selain uang juga akan membuat Anda lebih
mudah bertahan untuk melewati segala tantangan yang ada.
3.
Mengenali
peluang usaha
Dalam peluang usaha dinyatakan bahwa
peluang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada beberapa individu
yang mampu melihat situasi sebagai peluang dan ada juga yang tidak. Hal ini
disebabkan faktor informasi yang dimilikinya memungkinkan seseorang mengetahui
bahwa peluang ada saat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Akses
terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial
(Shane, 2003).
·
Pengalaman
hidup.
Pengalaman hidup memberikan akses yang lebih mengenai informasi dan pengetahun
mengenai penemuan peluang. Dua aspek dari pengalaman hidup yang meningkatkan
kemungkinan seseorang menemukan peluang yaitu fungsi kerja dan variasi kerja.
- Hubungan sosial. Sebuah langkah penting dimana seseorang mendapatkan informasi dari interaksi dengan orang lain. Beberapa ahli menyarankan ketika seorang takut berwirausaha secara sendirian, maka mengawali usaha secara kelompok adalah alternative. Oleh karenanya, kualitas dan kuantitas dalam interaksi sosial akan lebih memungkinkan individu untuk membuat kelompok dalam berwirausaha. Informasi yang penting ketika akan memulai usaha adalah informasi mengenai lokasi, potensi pasar, sumber modal, pekerja, dan cara pengorganisasiannya. Kombinasi antara jaringan yang luas dan kenekaragaman latar belakang akan mempermudah mendapatkan informasi tersebut.
Beberapa sumber peluang usaha antara
lain:
-
Perubahan
teknologi
-
Perubahan
kebijakan dan politik
-
Perubahan
sosial demografi
4.
Optimalisasi
Potensi diri
Setelah mengenai peluang usaha maka
harus dikombinasikan dengan potensi diri. Keunggulan kompetitif apa yang saya
miliki? Yang sering terjadi di masyarakat kita adalah memilih usaha yang sedang
trend saat itu. Hal ini sah-sah saja tetapi ketika dalam proses perkembangan
tidak membuat inovasi, maka akan sulit bersaing.
5.
Fokus
dalam bidang usaha
Peter Drucker pakar dalam
kewirausahaan menyatakan bahwa dalam dalam memulai sebuah usaha atau inovasi
dilakukan disarankan untuk terfokus –dimulai dari yang kecil berdasarkan
sumberdaya yang kita miliki. Vidi catering di Yogyakarta adalah salah satu
contoh dimana pendirinya berlatar belakang sarjana teknologi pertanian, jurusan
pengolahan makanan. Memulai usaha rantangan untuk anak kost karena tinggal di
sekitar kampus, kemudian karenabasic knowledge di bidang pengolahan makanan,
kemudian berkembang menjadi catering, hotel, dan sekarang ini gedung pertemuan
dan paket pernikahan (event organizer).
6. Berani memulai.
Dunia kewirausahaan adalah dunia
ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha
sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’ (overconfidence) dan berani
mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan. Lakukan dulu. Jalan dulu. Jika
ada kesulitan, baru dicari jelan keluarnya
7.
Side Job/Pekerjaan
Sampingan
Lebih banyak
diistilahkan dengan "sampingan" untuk menunjuk cara menghasilkan uang
dengan berwirausaha. Terkadang orang selalu takut untuk memulai segala
sesuatunya dari bawah, karena akan mempertaruhkan semua yang sudah didapatkan
dari pekerjaan tetap. Memiliki pekerjaan sampingan tak hanya membuat Anda
menjalankan sebuah bisnis baru dengan resiko kecil, tapi juga sekaligus sebagai
rencana cadangan jika suatu saat Anda bermasalah dengan pekerjaan Anda. Para
pekerja pun akan berpikir tentang kestabilan ekonomi perusahaan, meski tak
benar-benar hancur, Anda tahu bukan hal yang baik jika hanya tergantung pada
perusahaan. Menurut survei Elance, sebuah perusahaan freelance market, tiga
dari 10 responden tetap bekerja di perusahaan sembari berwirausaha.
8.
Manfaatkan Teknologi
Twitter, blog, Facebook,
dan berbagai jejaring sosial lainnya merupakan salah satu cara
yang paling mudah untuk membangun sebuah bisnis kecil-kecilan. Cara ini sangat
mudah dilakukan siapa saja, dan sangat mudah membuat website untuk menjual
produk Anda. Jika dulu, lokasi usaha merupakan salah satu halangan untuk
menjual berbagai produk usaha Anda, maka kini Anda bisa membuat sebuah website
di kota asal Anda, dan menjual produk Anda ke seluruh dunia.
9.
Berhenti Berencana dan Bergeraklah
Salah satu kesalahan
yang sering dilakukan untuk menjadi seorang wirausaha adalah terlalu lama
berpikir dan menyusun rencana. Sebagian besar orang sulit menemukan produk apa
yang akan dijual. Mereka terlalu banyak berpikir detail, padahal yang
dibutuhkan adalah keberanian untuk memulainya. Terkadang, banyak orang takut
untuk memulai usaha karena mereka khawatir akan gagal dan ditolak pasar.
10.
Optimis
Kesuksesan tidak akan
datang dengan instan, tapi butuh proses. Namun, jika Anda memulainya dengan
rasa pesimis, semuanya akan gagal. Inilah sebabnya keyakinan untuk berhasil
dalam bisnis adalah hal yang sangat penting, karena berguna untuk memacu
semangat Anda menghadapi setiap tantangan.
Refrensi :







